Latest News
Saturday, 12 May 2018

Aksi "Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis" Wujud Kepedulian Masyarakat Bengkulu



rasa letih tak menyurutkan semangat peserta Aksi

UnibKita.com || Kekejaman bangsa Zionis Israel tampaknya semakin menjadi-jadi dan tiada henti. Oleh sebab itu, Jumat, 11 Mei 2018, KNRP (Komite Nasional untuk Rakyat Palestina) bersama dengan organisasi-organisasi keagamaan, relawan dan mahasiswa beserta masyarakat Bengkulu telah  melaksanakan Aksi "Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis". Aksi ini merupakan salah satu usaha masyarakat Indonesia untuk turut andil dan menyuarakan kepeduliannya akan nasib saudara-saudara kita yang tertindas di tanahnya sendiri oleh bangsa zionis Israel.

Kegiatan aksi dimulai setelah sholat Jumat dan diawali dengan tausiyah/tabligh yang diisi oleh Ustadz Iip Aripin selaku ketua KNRP Bengkulu. Setelah tausiyah, sekitar pukul 14.00, massa mulai bergerak untuk melakukan Long March menuju ke arah simpang 5. Setelah sampai ke dekat Taman Pintar (Smart City), dilakukan penyampaian orasi oleh orator-orator dari FSLDK Puskomda Bengkulu (Candra Wijaya), BEM KBM UNIB (Hadi), KAMMI (Adhit), JPRMI (Hendra Irawan), JSIT (Rahmad Doni), alumni 212 (Simbuldi), IKADI (Adi Sucipto), HMI (Agus) dan perwakilan perempuan (Margita Dwi Putri). Setelah pembacaan orasi-orasi dan puisi, dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap oleh ustad Iip Arifin. Rangkaian acara di simpang 5 pun di akhiri dengan doa yang di pimpin oleh Andi Saputra.


kegiatan Aksi aman terkendali

Isi orasi menyampaikan tentang kekejaman para kaum zionis yang tiada henti menjajah Palestina tentu saja menjadi masalah yang benar-benar harus diperhatikan. Masyarakat Indonesia diminta untuk tidak terpengaruh dengan bungkamnya dunia akan tindakan pelanggaran HAM warga Palestina ini. Kita harus terus berusaha dan berdoa untuk warga Palestina. Karena Palestina bukanlah sekedar negara, tetapi ia adalah tanah suci bagi umat Muslim. Siapapun yang meremehkannya berarti merendahkan harga diri umat muslim sedunia. Selain itu AS juga disinggung sebagai negara yang tidak konsisten dengan aturannya sendiri. Menganggap negaranya adalah negara demokrasi yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia, namun kenyataannya AS mendukung Israel dalam menjajah Palestina.


Gawatnya masalah Al-Quds semakin parah karena adanya keputusan  presiden Amerika Serikat, Donal Trump, yang ingin memindahkan kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di wilayah jajahan zionis Israel dari Tel Aviv ke Baitul Maqdis (Al-Quds). Pasalnya secara tidak langsung, ini menandakan bahwa Amerika Serikat benar-benar mengakui Al-Quds sebagai ibukota Israel. Karena itulah, melalui aksi ini diharapkan pemerintah RI mau mendengar dan bisa mengupayakan pendekatan diplomatis untuk membatalkan rencana pemindahan itu.


Selain ingin meminta pemerintah untuk ikut menentang rencana pemindahan kedubes AS untuk Israel di Al-Quds, aksi ini juga mengajak seluruh masyarakat untuk ingat dan memahami pembukaan UUD 45 "bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan kerena tidak sesuai dengan pri-kemanusiaan dan pri-keadilan". Oleh karena itu, seluruh masyarakat Indonesia harus menentang upaya kejam Israel dan AS ini, karena segala bentuk penjajahan, termasuk penjajahan yang dilakukan Israel harus ditentang dan dihentikan.

Tentu saja, kita tidak hanya berharap akan pembatalan pemindahan Kedubes AS, tapi juga merdekanya tanah suci Al-Quds dan negara Palestina dari jajahan zionis Israel. Semoga melalui aksi ini, kecintaan akan saudara-saudari kita yang sedang berjuang semakin tumbuh dan bertambah. Waktu yang diberikan, rasa lelah dan haus pun tak kan bisa dibandingkan dengan derita kaum Muslimin disana. Semoga pemerintah RI mau mengupayakan usaha-usaha apa saja yang bisa dilakukan, semoga solidaritas umat Muslim semakin kuat dan semoga Allah memberikan pertolongan dari segala arah. AllahuAkbar! 
#solidaritaspalestina (RiFit).
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Aksi "Indonesia Bebaskan Baitul Maqdis" Wujud Kepedulian Masyarakat Bengkulu Rating: 5 Reviewed By: Risha Fitria Nursahid