Latest News
Sunday, 1 April 2018

Masih Layakkah Dijuluki "The Agent of Change"? (Mahasiswa Krisis Identitas)

UnibKita.com II Pernah dengar istilah The Agent of Change? Agent of change atau agen perubahan adalah julukan untuk Mahasiswa sebagai kaum terpelajar. Seorang Mahasiswa adalah manusia dewasa yang tiap tindak-tanduknya dapat dipertimbangkan. Mereka dapat berkontribusi dalam pengubahan masyarakat yang lebih baik. Namun masih layakkah julukan itu dimiliki Mahasiswa dimasa sekarang? 

Hasil gambar untuk mahasiswa unib
sumber: unib.ac.id

Mahasiswa bukanlah pemuda-pemudi biasa. Mahasiswa adalah sebutan untuk seseorang yang menjalankan pendidikan di perguruan tinggi. Maka dari itu, kita yang berstatus Mahasiswa adalah orang yang dianggap punya ilmu lebih. Mahasiswa bukanlah siswa sekolahan yang menunggu tugas dari guru, bukan pula yang pulang ketika bel berbunyi, juga bukan anak yang dicari-cari guru karena tidak ikut ulangan. Mahasiswa adalah mereka yang diharapkan dapat menyalurkan ilmu yang dia punya untuk menambah relasi, ikut berkontribusi dalam membangun lingkungan serta melek akan kebutuhan masyarakat. 

Mahasiswa harus peka dengan lingkungan sekitarnya. Ada banyak hal yang baru kita ketahui setelah kita duduk di bangku kuliah. Kita pun juga bertemu banyak orang yang punya tujuan yang sama dengan kita. Tujuan yang sama akhirnya mempertemukan kita dalam satu jurusan, dalam satu organisasi. Kegiatan perkuliahan serta kegiatan organisasi mampu membawa kita berpikir jauh akan segala hal disekitar kita. Betapa banyaknya carut-marut masalah negeri ini yang baru kita ketahui saat menjadi Mahasiswa. Mulai dari masalah pendidikan, kesehatan, ekonomi, teknologi dan masih bayak lagi yang baru kita ketahui. 

Dari sekian banyak masalah yang telah kita temukan, apakah kita punya rencana untuk mengambil langkah perubahan? Sudahkah kita menggali lebih dalam akan masalah-masalah yang menyelimuti bangsa ini? Pernahkah kita mencari tahu penyebabnya serta cara mengatasinya? Atau mungkin sebenarnya kita tahu, tapi kita diam, kita masih bungkam. Kita tahu kita harus pandai berteori, kita pandai merangkai kata kala presentasi, kita mampu berdebat dengan lihainya, namun... ya hanya isapan jempol belaka.

Kata-kata yang elok yang berhasil kita simpulkan saat diskusi hanya bermakna sebatas diskusi. Tak nampak pembuktian, tak terpikir ancang-ancang. Ketika kita tahu pendidikan negara kita masih belum maksimal, apa yang bisa kita lakukan? Ketika kita tahu masyarakat masih pada gaptek, kenapa tak ambil tindakan? Kenapa ketika tahu korupsi merajalela, kita malah asyik menggerutu? Banyak jalan rusak, apa rencana kita? Padahal kita punya ilmu, tapi tak termanfaatkan.

Mahasiswa bukan hanya penggagas ide, namun juga sebagai subjek utama. Kitalah pelaku perubahan. "THE AGENT OF CHANGE". Masih pantaskah kita mendapat julukan yang penuh harapan itu? Hmm, kita sendirilah yang menentukan. Jangan sampai hanya tahu kuliah dan pulang. (RF)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Masih Layakkah Dijuluki "The Agent of Change"? (Mahasiswa Krisis Identitas) Rating: 5 Reviewed By: Risha Fitria Nursahid