Latest News
Sunday, 22 April 2018

Hari Kartini BEM U gelar Regional Symposium

UnibKita.com || Dalam rangka memperingati Hari Kartini tahun ini, pihak BEM Universitas Bengkulu mengadakan REGIONAL SYMPOSIUM about violence preventif on woman and children "Mengurai Benang Kusut Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak". Simposium ini dilaksanakan di Aula Kampus 4 Poltekkes Fakultas MIPA UNIB hari Sabtu, 21 April 2018 pukul 08.00-12.00 WIB.




Sesuai dengan judul dan temanya, simposium ini membahas tentang maraknya kasus kekerasan yang dialami para perempuan dan anak di Provinsi Bengkulu. Kekerasan yang dimaksud pun sangat kompleks, mulai dari kekerasan fisik, mental hingga seksual. Maka dari itu, 3 pakar diundang dalam simposium agar data-data dan kejadian yang ada dapat dipercaya eksistensinya. Dalam kegiatan ini, yang menjadi moderator adalah Astri Wijayanti alumni FISIP Ilkom.

peserta simposium

3 orang pakar yang menjadi pembicara adalah:

  1. Sutini, S.Pd, M.M. (Kabid Pencegahan Penanganan Kekerasan terhadap Perempuan P2TP2A Prov. Bengkulu)
  2. Alddino Gusta Racmadi, S.Psi. (Ahli Parenting)
  3. Epa Tania (Korpus Forum Perempuan BEM SI 2016/2017).

Dari keterangan Ibu Sutini, dapat diketahui bahwa masalah kekerasan pada perempuan dan anak sangat darurat. Menurut data yang dihimpun oleh Women's Crisis Center, pada periode Januari – Desember tahun 2017 terdapat 33 kasus kekerasan yang terjadi di Kota Bengkulu. Untuk kasus yang ada di Provinsi Bengkulu sendiri, pada tahun 2016, terdapat 240 kasus kekerasan menurut data yang dihimpun oleh BPP-KB Kabupaten/Kota. Namun, jumlah kekerasan yang banyak itu hanyalah puncak gunung es yang masih menyimpan banyak kasus yang tidak terdeteksi. Hal itu disebabkan masih ada korban kekerasan baik itu pada perempuan dan anak yang tidak melaporkan kasus tersebut. 

Menurut Ibu Sutini, pengumpulan data dan penanganan masalah kekerasan pada perempuan dan anak oleh P2TP2A dibantu oleh satgas (relawan). Mahasiswa yang menjalani KKN pun dapat dikerahkan untuk ikut menemukan, memberi pengetahuan serta membantu penanganan kasus di tempat-tempat yang rawan akan kasus ini.

Bang Alddino selaku ahli parenting mengatakan bahwa pola asuh yang tidak tepat, status sosial ekonomi kebawah. pendidikan rendah, media yang memberi contoh buruk, peran gender yang kaku, pengalaman menjadi korban kekerasan dan ketergantungan pada orang lain merupakan hal-hal yang bisa menyebabkan terjadinya kasus kekerasan ini. Oleh karena itu perlu penanganan yang tepat dengan melibatkan kerjasama antara pemerintah dan masyarakat agar didapatkan hasil yang maksimal.





Mbak Epa menambahkan bahwa kita sebagai mahasiswa yang digadang-gadang sebagai agen perubahan memiliki peranan besar dan penting dalam penanganan masalah ini. Peran mahasiswa dalam hal ini antara lain memperkaya diri dengan ilmu berumah tangga, memperbaiki diri, peduli pada lingkungan sekitar serta mau memikirkan strategi penanganan dan yang paling penting adalah aksi nyata dari ide-ide yang didapatkan. Selain itu mahasiswa juga dapat membuka kajian hukum, mendesak tindakan nyata dari pemerintah untuk menangani kasus serta melakukan gerakan pencerdasan bersama pemerintah.

pembacaan deklarasi

pemberian kenang-kenangan

Setelah pengisian materi oleh pakar, dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab. Setelah itu pemanggilan delegasi dari peserta untuk bersama-sama membacakan Deklarasi Forum Perempuan Fatmawati Bengkulu dipimpin oleh Wakil Presma, Rianosa. Diakhir acara dilakukan penyerahan kenang-kenangan kepada 3 pakar/pemateri oleh panitia. (Risa)









  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Hari Kartini BEM U gelar Regional Symposium Rating: 5 Reviewed By: Risha Fitria Nursahid