Latest News
Monday, 26 February 2018

Fuad Bakh dan Ustadz Abu Takeru kupas habis “Pemuda jaman now krisis identitas?” dalam GEMA IMC 2018


UnibKita.com II Hari ini, 25 Februari 2018, Intellectual Moslem Community FISIP Universitas Bengkulu berhasil melaksanakan salah satu program kerja yang sudah di rancang dalam awal kepengurusan IMC FISIP UNIB 2017-2018 yaitu GEMA IMC 2018 yang berjalan lancar hingga selesai.



GEMA IMC 2018 menghadirkan 2 pemateri yang sangat terkenal di kalangan anak muda. Yakni seorang Penggiat DakwahPedia yang saat ini memiliki sekitar 466K pengikut dengan 861 kiriman di official account instagram dengan nama akun @Fuadbakh, serta Ustadz muda yang dikenal dengan panggilan Ustadz Abu Takeru. Fuad Bakhtiar mendarat di Bengkulu pada tanggal 24 Februari 2018 bersama istri tercinta yang selalu setia mendampingi beliau. Ketika ditemui oleh tim Unib Kita terlihat sang istri yang turut diperkenalkan oleh Ustadz Fuad saat mengisi talkshow GEMA IMC 2018 dengan menggunakan gamis biru yang selalu tersenyum dan menerima permintaan para pemudi Bengkulu untuk mengajaknya Selfie  atau pun Grofi  bersama teman-teman. Tak jauh dengan Ustadz Fuad Bakhtiar yang sangat ramah dalam menjawab diskusi singkat serta sangat terbuka untuk berbagi pengalaman dengan para peserta GEMA IMC 2018 mengenai perkembangan pemuda saat ini.





Selain menjadi dakwah pedia, beliau juga aktif sebagai editor di salah satu Stasiun TV Swasta. Menurut Ustadz Fuad, pemuda zaman sekarang sedang berada di perkembangan teknologi yang sangat pesat. Seperti halnya mata pisau, satu sisi teknologi akan mempermudah para pemuda dalam segala hal tetapi di lain sisi dengan kemudahan itu membuat para pemuda kehilangan identitas mereka, terutama bagi mereka yang beragam Islam. Dalam Q.S AL-Baqarah ayat 217 dijelaskan, “…Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad dari agamamu, jika mereka sanggup”. Perkembangan zaman membuat musuh islam pun juga semakin memiliki strategi yang pintar dalam memerangi umat islam. Salah satunya melalui ghazwul fikr, yaitu serangan langsung ke arah pemikiran tanpa disadari dan berdampak menjadi rusaknya aqidah seorang muslim.




Dengan mengangkat tema “ Krisisnya identitas pemuda muslim zaman Now” dalam GEMA IMC 2018 berhasil di kupas habis oleh beliau bersama Ustadz Abu Takeru. Jika kita lihat dari profil  Ustadz Abu Takeru, ia merupakan Ustadz muda asal Bandung kelahiran 1992 yang mana saat ini menjadi Penasihat sekaligus Founder Komunitas Paradise Striver. Ustadz dengan nama asli Rizal Fatni Nurhani ini merupakan alumnus dari East Islamic Collage Melbourne Victoria Australia. Dengan Ustadz Hasbilllah sebagai moderator menjadikan talkshow GEMA IMC sangat hidup, yang ditandai dengan ikut berpartisipasinya peserta dengan bertanya kepada Ustadz Fuad atau Ustadz Abu Takeru.



Sebelum masuk ke acara inti, IMC memberikan aspirasi yang luar biasa kepada para kader dakwah melalui IMC Award. IMC Award 2018 berguna sebagai penghargaan sekaligus pemacu semangat para generasi emas untuk selalu istiqomah dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Ada 4 nominasi yang diangkat oleh IMC, diantaranya nominasi Bidang Terbaik,, Program Kerja Terbaik, Kader Terbaik dan juga Kisah Paling Inspiratif. Bidang terbaik akhirnya yang diberikan kepada Bidang Dana dan Usaha dan Program Kerja terbaik yaitu FISIP Mengaji. Untuk kader terbaik jatuh kepada Hanif Fatin Sidiq (Ikhwan) dan Wahyu Wulandari (Akhwat). Serta Dewi Susilawati berhasil meraih predikat sebagai kisah Kepenulisan Paling Inspiratif.


Selain talkshow, GEMA IMC 2018 juga menggalang dana untuk Suku Asmat melalui PKPU yang diakhir acara dilakukan penyerahan secara simbolis dari Ketua Umum IMC, Martyas Saputa kepada pihak PKPU. Sedikit kutipan yang sangat diingat dari Tim PKPU saat menayangkan sebuah video tentang Suku Asmat, yakni “jika bicara masalah suku asmat, bukan ras ataupun warna kulit bahkan asal daerah yang perlu dipertanyakan. Tetapi tanyakanlah pada diri anda, sudah seberapa besar kontribusi anda terhadap masalah kemanusiaan yang sudah jelas ter-explore di sekitar kita?..




Harapannya, dengan telah di laksanakannya GEMA IMC 2018 dengan tema “Pemuda Jaman Now Krisis Identitas?” ini agar nantinya pemuda lebih bijak lagi dalam menggunakan teknologi, karena tidak selamanya sesuatu itu segalanya baik dan segalanya buruk. Masa remaja adalah masa puncak dan masa produktivitas seseorang. Untuk itulah, para pemuda agar lebih menggunakan masa ini dengan sebaik mungkin dan agar selalu mendapat lindungan dari Sang Pencipta. Bekerjalah, karena itu ibadah, belajarlah karena itu pun ibadah serta beribadahlah karena Allah. (Jussy)

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Fuad Bakh dan Ustadz Abu Takeru kupas habis “Pemuda jaman now krisis identitas?” dalam GEMA IMC 2018 Rating: 5 Reviewed By: Unib Kita