Latest News
Tuesday, 21 February 2017

Kisah Tim GESIT Dalam Aksi Sosial di Pulau Enggano

Dokumentasi Kegiatan Gesit di Enggano (FB Yura Pinata)
UnibKita.com || Jum'at 5 Februari 2017 Tak tau bahwa kapal feri terakhir menuju enggano karna docking. 11 orang relawan GESIT bersama dengan 5 orang tim PULKANIK berangkat dari pelabuhan pulau bai Kota Bengkulu menuju enggano pada pukul 18.00 WIB. Hampir 13 jam perjalanan laut akhirnya pukul 07.00 WIB tiba juga di pulau Enggano, pulau terluar di Indonesia yang masuk kawasan Kabupaten Bengkulu Utara. sesampai di pelabuhan kayahpu 16 orang langsung menuju rumah kepala desa kaana bapak Alamudin. Estimasinya hanya 3 hari dengan dugaan tgl 10 sudah kembali ke bengkulu dimana GESIT akan melakukan agenda kegiatan :

- Pelatihan Komputer Ke Perangkat Desa Kaana
- Mengajar 2 Jam
- Berbagi Buku Bacaan, Buku Tulis, Pena dan Pensil ke sekolah dasar.
- Diskusi Perguruan Tinggi Di SMA N 1 Enggano

kegiatan tersebut berjalan dengan baik terima kasih kepada BASARNAS Bengkulu yang telah mendonasikan buku keselamatan sebanyak 125 buku, teman-teman yang telah mendonasikan bukunya, masyarakat bengkulu begitu juga, UPT PKM UNIB dan tentunya kepada Kementerian RISTEK DIKTI yang telah memberikan dana hiba untuk kegiatan+pembelian buku dan alat tulis. Kami sampaikan bahwa semua itu telah kami laksanakan dengan sebaik mungkin. Bahkan ada usul melanjutkan kegiatan GESIT ke pulau-pulau terluar dan daerah-daerah terpelosok lainnya.

Beruntung bukan terjebak ataupun terdampar memang meleset dari estimasi waktu kegiatan karna tanggal 10 Februari kapal feri tak masuk karna docking maka kami mesti menunggu beberapa hari lagi untuk pulang ke Bengkulu menggunakan Kapal Perintis yang masih mengurus persuratan di jakarta. Untungnya kami menginap di rumah bapak Alamudin. Disini kami dianggap anak sendiri. Dari beliau dan dari desa kaana kami belajar kehidupan di sana. Mencari ikan dengan memancing dan menjaring, menebang pisang, memetik cabe dan kelapa untuk bahan gulai. Bahkan lebih dari itu kami berkesempatan melihat indahnya enggano, pulau dua, rumah adat enggano, sejarah enggano dan suku-suku Enggano. Kami berkesempatan pula mencoba meniup Kemiu alat sakral di Enggano. Akhirnya hari ini pukul 07.00 WIB. 20 Februari 2017 menaiki kapal Perintis Sabuk Nusantara kami tiba kembali ke Kota Bengkulu.

Namun lebih dari itu semua, perkumpulan dalam satu tim dan satu rumah membuat kami tahu lebih dalam arti kebersamaan dan kekeluargaan. Ketika ke Enggano lagi kami tahu kemana dan apa yang mesti dilakukan. Cerita ini terkesan sepanjang hidup kawan. Cerita anak muda umur awal 20an dengan niat mengabdi dan berbagi kepada sesama.

Tulisan dari Yura Pinata, ST (Salah satu TIM GESIT)
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Kisah Tim GESIT Dalam Aksi Sosial di Pulau Enggano Rating: 5 Reviewed By: Unib Kita