Latest News
Wednesday, 18 January 2017

Cerpen Pulang Karya : Septiani

sumber: dailysylvia.com

Setumpuk kertas tertata rapi di atas meja belajarku. Pandangan mataku tak lepas dari layar laptop sambil jari-jariku menari indah di atas keyboard. Sesekali aku berhenti untuk menyeruput teh panasku untuk mengalahkan dinginnya udara yang menembus kulitku.
Kulihat tugasku masih menumpuk. Namun mataku telah meminta untuk istirahat. Aku lalu meletakkan kacamataku. Air hujan yang telah tumpah sejak pagi tak kunjung berhenti. Awan-awan hitam masih menutup matahari dengan rapat.
Mataku lalu berdalih pada sebuah foto usang. Foto ayah dan ibuku. Jemariku menelusuri foto itu sambil mengusap wajah ayah dan ibuku. Kupeluk foto itu sambil memandangi tetes-tetes air hujan di luar jendela. Pikiranku kembali pada bulan Desember tahun lalu.
***
“Ya ampun, banyak banget bawaan kamu Ra. Kamu mau pulang kampung apa pindah rumah sih,” tanyaku begitu tiba di kostan Terra. Aku langsung merebahkan tubuhku di kasurnya.
“Ihh Naomi, berisik deh. Namanya juga cewek. Kan bawaannya banyak,” ujar Terra sewot.
Terra lalu kembali mengemasi barang-barangnya. Aku memandangi langit-langit kostan Terra. Sesuatu mengganjal hatiku.
“Ra, menurut kamu makna pulang itu apa sih?” tanyaku.
Terra menghentikan aktivitasnya sejenak. Ia memandangiku lalu menjawab, ”Hmm... Menurut aku sih pulang itu adalah pergi ke tempat yang menerima kamu apa adanya dan yang paling penting di sana ada sebuah rumah yang menantimu.”
“Kalau misalnya tidak ada rumah yang menanti kedatanganmu?” tanyaku lagi.
Terra mengernyitkan keningnya.”Hah? Emang ada ya. Hmm...menurut aku sih tidak masalah selama kamu selalu melabuhkan hatimu disana. Toh kamu bisa tinggal dimana saja. Hahaha...” ujar Terra sambil tertawa.
Aku manggut-manggut. Dan Terra kembali melanjutkan aktivitasnya.
***
Hujan telah reda. Menyisakan genangan air di jalanan. Aku duduk termangu di dekat jendela. Mataku memandang keluar jendela. Melihat daun-daun hijau yang terlihat gemilang oleh air hujan. Tanganku memegang sebuah foto.
Hmm...menurut aku sih tidak masalah selama kamu selalu melabuhkan hatimu disana. Toh kamu bisa tinggal dimana saja. Kata-kata Terra tergiang di benakku. Benarkah itu? Pertanyaan itu terus kuajukan pada diriku. Hatiku masih meragukannya.
Kulihat foto ayah dan ibuku. Jemariku mengusap wajah mereka. Lengkungan manis terukir di bibirku. Aku menepuk lembut pahaku lalu beranjak dari jendela. Hatiku telah membuat keputusan.
***
“Ayah, ibu, aku pulang.”
Aku bersimpuh di hadapan mereka. Air mataku telah menganak sungai. Kucium batu nisan ayah. Dan kuletakkan bunga mawar kesayangan ibu di atas kuburannya. Kemudian mencium batu nisannya.
“Maaf aku baru bisa pulang sekarang.”

Aku lalu beranjak meninggalkan peristirahatan ayah dan ibu. Angin semilir menerbangkan daun yang berguguran. Dan menjatuhkannya di pusara ayah. Senja menyemburatkan warnanya di langit penghujung bulan Desember. ***
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Cerpen Pulang Karya : Septiani Rating: 5 Reviewed By: Dunia Imaji Sept