Latest News
Monday, 7 November 2016

Wahai Generasi Penerus Bangsa, Dengarlah Ibu Pertiwi Bercerita!

Wahai Generasi Penerus Bangsa, Dengarlah Ibu Pertiwi Bercerita!

sumber: diaryhijaber.com



Seorang ibu tua renta melangkah tertatih-tatih dengan bantuan sebuah tongkat. Tangan keriputnya membawa sebuah buku usang. Matanya sendu namun berbinar terang. Seakan binar itu tak akan pernah padam. Lengkungan manis terpampang di wajah keriputnya. Ia melangkah dengan pelan. Aku tahu tujuannya adalah sebuah bangku yang ada di sebelahku. Akupun membantunya melangkah. Ia menatapku dengan rasa penuh terima kasih.

Ia lalu meletakkan buku usang itu di pangkuannya. Tangan keriputnya membelai buku itu. Matanya menatap buku itu seakan buku itu menyimpan banyak cerita. Ia lalu menatapku. Dan berucap, “Anak muda, maukah dirimu mendengar cerita dari nenek yang renta ini?

Aku terpaku. Rasa penasaran menyeruak dalam diriku. Aku pun mengangguk. Ia tersenyum. Lalu membuka lembar pertama buku usang itu.

“Ini adalah kisah awal penderitaan kita semua. Dimana air mata menetes di mana-mana. Darah-darah tak berdosa berceceran di tanah ini. Waktu itu negeri kita diliputi kesuraman. Aku tak dapat berbuat apa-apa. Hanya menjadi saksi bisu atas peristiwa itu. Aku hanya dapat menengadahkan tanganku berharap kesuraman itu berakhir berganti dengan cahaya pengharapan.”

Ia lalu membuka lembaran selanjutnya. “Inilah jawaban atas doaku. Tuhan mengirimkan patriot dengan jiwa nasionalisme yang menggelora. Kita terbebas. Waktu itu, aku menangis bahagia. Semuanya bersuka cita.”

Ia lalu membuka halaman terakhir buku itu. “Dan inilah tugas kalian wahai anak muda. Kalian harus memperkuat pertalian agar tercipta keluarga kokoh yang dapat menjaga negeri ini termasuk diriku. Jangan biarkan negeri kita haus akan nasionalisme. Jadilah air untuk negeri ini wahai anak muda agar kemerdekaan dan rasa nasionalisme negeri kita kokoh tak tertandingi. Takkan goyah oleh apapun. Takkan lekang oleh waktu.”

Ibu itu lalu menatapku dengan penuh pengharapan. Ia tersenyum lalu meninggalkanku dalam kesendirian. Aku merenung.

“Ya. Aku adalah harapan negeri ini. Aku lahir dari bumi pertiwi ini. Sudah sepatutnya aku sebagai generasi penerus bangsa harus menjaga negeri ini. Wahai generasi penerus bangsa, gelorakan semangat kalian demi negeri tercinta ini!”

  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Wahai Generasi Penerus Bangsa, Dengarlah Ibu Pertiwi Bercerita! Rating: 5 Reviewed By: september diaries