Latest News
Monday, 10 October 2016

Seminar Nasional Gebyar Generasi Saintis Islam (GSI): Siapkah Bengkulu Hadapi Akhir Zaman?


UnibKita.com || “Banyak orang di zaman modern sekarang terlena dengan kemajuan teknologi. Padahal, kemajuan teknologi itu sendiri kan tanda-tanda Akhir Zaman,” ujar ketua panitia, Abdirrahman Assajad, saat ditanyai tentang mengapa topik Akhir Zaman ini diusung menjadi topik seminar nasional kali ini. “Seminar ini diadakan dengan tujuan menjadi pengingat kita yang mengaku rakyat dari negara yang sila pertamanya mengakui keberadaan Tuhan Yang Maha Esa,” imbuhnya, yang diwawancara di depan Gedung Auditorium Universitas Bengkulu (Gedung C) tempat seminar dilaksanakan hari itu (9 Oktober 2016).

Acara yang telah dipersiapkan selama tiga bulan ini tidak tanggung-tanggung. Ustadz bergelar dai lintas negara (pernah mengisi ceramah di Australia, Malaysia, dan Brunei Darusalam) dan peneliti topik Akhir Zaman lulusan Universitas Al-Azhar, Kairo, Zulkifli Muhammad Ali, Lc., MA., diundang untuk membicarakan hal-hal terkait tema seminar, yaitu “Mengungkap Tabir Tanda-Tanda Akhir Zaman”. Acara ini sendiri dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Dr. Zul Bahrum Chaniago, MS., dan dihadiri oleh dosen-dosen Universitas Bengkulu (UNIB), gubernur Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas MIPA, ibu-ibu majelis ta’lim, mahasiswa-mahasiswa dari UNIB, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB), dan Universitas Dehasen (UNIVED), serta khalayak umum yang tertarik dengan tema seminar.

Diawali dengan presentasi singkat berjudul “Palestina Terluka, Al-Aqsha Apa Kabarmu?” oleh Ketua Relawan Komite Nasional untuk Rakyat Palestina, Minal Faizin, seminar nasional berlangsung dipandu oleh Deagita Randa Putra, S.Si., mantan Ketua Umum Generasi Saintis Islam (GSI) yang kini telah digantikan oleh Muhammad Belly Aprizal. Peserta seminar nasional yang memadati gedung tempat seminar dilaksanakan sendiri mencapai 300 orang, terdiri dari 145 peserta laki-laki dan 155 orang peserta perempuan.

“Meski awalnya persiapan agak bermasalah sebab panitia sulit dikumpulkan untuk rapat karena masih liburan, sejauh ini acara berjalan lancar,” aku ketua panitia. Dan memang, acara yang dimulai dengan memperdengarkan firman Allah (dibacakan oleh Ahmad Dhuha Habibullah) dan didoakan dengan khusyuk oleh seluruh peserta ini (dipimpin oleh Deri Mardiansyah), berjalan dengan lancar. “Gangguan yang terjadi cuma pengeras suara yang terkadang berdenging sendiri. Selebihnya, terkendali,” lanjutnya.

Omong-omong tentang isi seminar, berikut frasa menarik yang saya kutip diutarakan oleh Ustadz Zulkifli Muhammad Ali, Lc., MA. saat mengawali seminar: “Saat orang-orang dahulu yang berjalan di muka bumi bertelanjang dada dan kaki dan berpenghidupan dari mengelola bumi (bertani, berkebun, beternak) serta tinggal di rumah-rumah yang dibangun dengan amat sangat sederhana kini berubah menjadi orang-orang yang berpakaian lengkap dan hidup di tengah-tengah gedung-gedung yang tinggi menjulang, saat itulah kiamat sudah sangat dekat.” Mengingat nubuat di atas disabdakan oleh Nabi sendiri dan rasa-rasanya sudah tergenapi, pertanyaan yang muncul adalah sudah siapkah Bengkulu (yang Festival Tabot-nya mengindikasikan keislaman sebagai bagian dari tradisi) menghadapi Akhir Zaman yang “sudah sangat dekat”? Jawabannya mungkin bisa datang dari tumpukan bungkus Komix yang bisa ditemukan di banyak tempat di sepanjang Pantai Panjang, juga kasus begal dan pemerkosaan biadab yang marak di suatu daerah di Bengkulu, serta bungkus-bungkus kondom yang dulu sempat menyumbat saluran air di gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) UNIB, serta kasus-kasus lain yang mungkin pembaca bisa bantu tambahkan.

Tabir Akhir Zaman itulah yang disingkap oleh ustadz Zulkifli Muhammad Ali, Lc., MA. secara rinci, membuat kita menyentang satu per satu semua daftar tanda-tanda Akhir Zaman. Dan, yang terpenting, membuat hati getir tentang siapkah kita menghadapi Akhir Zaman? Well, saya pribadi merasa bahwa tujuan panitia menyelenggarakan seminar nasional dengan topik Akhir Zaman ini untuk menjadi pengingat benar-benar sukses berat.

Berikut saya lampirkan foto ustadz Zulkifli Muhammad Ali, Lc., MA yang sedang memaparkan materi dan ketua panitia (Abdirrahman Assajad).

Nah, bagi yang tidak sempat hadir di seminar, selamat bermuram durja menyesal dan penasaran 😊


  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: Seminar Nasional Gebyar Generasi Saintis Islam (GSI): Siapkah Bengkulu Hadapi Akhir Zaman? Rating: 5 Reviewed By: Unknown