Latest News
Saturday, 9 January 2016

8 Alasan Kenapa Anak BEM Mesti Jadi Pasangan Hidup Kamu "Just For Fun"

Unib Kita -- Teman-teman pada tahu Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kan ? yuppsss...benar sekali bahwasanya BEM ini adalah eksekutif didalam organisasi kampus, layaknya sebuah pemerintahan Negara Indonesia yang memiliki Presiden, Organisasi kampus yang merupakan miniatu negara juga memiliki peran yang sama yakni memilki badan Legislatif dan juga memiliki badan Eksekutif yang dikampus lebih dikenal dengan kata BEM.

Mahasiswa yang tergabung sebagai pengurus BEM terkenal dengan vokalnya ketika menyuruakan aspirasi masyrakat terhadap pemerintah karena memang salah satu fungsi dari mahasiswa adalah sebagai "Agent Of Change". sehingga ada yang dari mereka paling setia menunggu sekre BEM, ada yang Hobinya Demo, bahkan ada yang bilang bahwa anak BEM itu nggak akan bisa lulus Cumlaude dikarenakan lulusnya lama. apakah benar demikian ? Menurut mimin sih biar lah orang berkata apa, yang terpenting disini adalah kehadiran tukisan ini ingin memberikan beberapa alasan kenapa anak BEM sangat layak menjadi Pasangan hidup kamu. karena dengan mereka kalian bisa masuk ke golongan orang yang beruntung.

1. Anak BEM itu Dikenal oleh Semua Civitas Akademika Kampus

Presma dan Waprema BEM Unib 2015-2016 (Fb : BEM KBM UNIB)

Anak BEM itu sering menjadi kepanitiaan, atau ketika aksi pun dalam menyuarakan aspirasi kepada pemerintah menjadikan mahasiswa yang ikut BEM Eksis, apalagi ketika dikelas, setiap perkuliahan pasti berprilaku aktif dengan menjawab ataupun bertanya kepada Dosen.




Ketika namanya terkenal seantero Fakultas bahkan hingga Universitas, menjadi pendamping hidupnya tentu menjadi kebanggaan buat mu, setidaknya orang tahu bahwa pasangan hidupmu itu adalah seorang yang sering vokal menyuarkan hak-hak rekannya. keaktifannya menjadikan ia bukan suatu hal yang membuatmu ragu.



2. Mereka Dikenal Memiliki Wawasan Luas dan Berintelektual Tinggi
Ferdy Fajrian - Mentri KPKK Bem Kbm Unib (Fb : bem Kbm Unib)

Tergabung dalam BEM membuat dia terlatih untuk selalu berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah. Tak perlu diragukan lagi, kemampuan berpikir dan nalarnya sudah pasti mumpuni. Dia terbiasa berpikir logis dan mengembangkan argumen berdasarkan fakta dan kepentingan organisasi.

Bersama dia, kamu pun akan terbiasa melakoni hal-hal yang bisa menambah wawasan dan pengetahuan. Ketika pergi sarapan pagi berdua, dia akan menyempatkan diri untuk membeli koran hari ini. Membacanya setelah selesai makan lalu mengajakmu berdiskusi perkara isu kenaikan BBM hingga kasus korupsi. Dengan dia, kamu pun tak akan melewatkan acara berita atau debat-debat politik di televisi. Beruntung ‘kan kalau kamu punya pacar dan sekaligus ketularan pintar?


3. Para Aktivis BEM Dikenal Supel dan Mudah Bergaul

Foto Kepengurusan BEM KBM UNIB 2015 (fb : BEM KBM UNIB)

    “Aktivis BEM biasanya supel dan gampang kenal dengan orang. Mulai dari dekan, dosen, satpam, sampai cleaning service sekalipun. Kalau mereka aja bisa dekat dengan orang dari multi background, dekat dengan bapak dan ibumu pun nggak akan jadi masalah. Hehehe.”

    – Adiwena Yusuf, aktivis BEM garis keras

Salah satu keuntungan dari aktif berorganisasi adalah mengasah kemampuan interaksi sosial. Bertemu teman dari berbagai jurusan, menjadikan dia yang ikut BEM punya karakter supel alias piawai dalam bergaul. Kegiatan yang melibatkan banyak orang dari berbagai kalangan pun menempanya hingga punya kelebihan yang satu ini.

Saat di Sekre dia bisa nyerocos bicara soal kebijakan pemerintah dengan sesama anggota BEM. Begitu sampai di kantin, dia pun asyik mengobrol dengan ibu kantin soalkenaikan harga sembako. Ketika sampai di parkiran, sejenak dia akan duduk bersama satpam kampus sambil mengkritisi perkara kurangnya lahan parkir di kampus.Nah, kalau bukan anak BEM, siapa lagi sih yang punya kelebihan macam ini?

Bersama anak BEM kamu akan dibawa “turun” dari menara gading yang selama ini menawarkan kenyamanan. Kamu memang tak harus langsung mengalami berbagai perjuangan khas aktivis jalanan. Tapi dari berbagi cerita dengan kawan-kawannya kamu akan tahu bahwa dunia lebih luas dari kamar kos, ruang kelas di kampus, dan semua keluhanmu.


4. Anak BEM Nggak Tahu Stylelist ? Beneran Apa Mitos.

Style Yanda (Presma) sewaktu Persiapan Keberangkatan ke Thailand (Fb : yanda Arshavyn)
Jaket almamater jadi salah satu seragam wajib ketika anak-anak BEM menggelar aksi. Sementara, saat sibuk mengurus perijinan, mereka pun akan berusaha tampil rapi lantaran harus bolak-balik ke kantor jurusan hingga rektorat kampus. Namun, tampil rapi bukan berarti terlihat nerdy, cupu, atau membosankan lho. Mereka bisa kok mengkombinasikan celana jeans dan PDH (Pakaian Dinas Harian) agar tetap terlihat “anak muda”.

Meski sibuk dengan berbagai agenda rapat dan fokus pada urusan organisasi, jangan dikira mereka “buta” dengan sekitarnya. Mereka pun tahu model baju atau tren fashion terbaru. Bedanya, mereka bukan anak muda biasa yang gampang terbawa tren. Anak-anak BEM adalah orang-orang kritis yang bisa membedakan mana tren yang pantas diikuti dan mana yang lebih baik diabaikan saja.

Jika sudah begini bukankah mereka juga bisa mengingatkanmu agar tidak mudah terbawa arus?




5.  Manajemen Waktu Adalah Keahlian Anak BEM

Ini Entah Siapa ? ;) (fb : Yanda Arsyavhin)

Stereotip negatif memang terlanjur lekat. Kesibukan di organisasi seringkali “memaksa” mereka mangkir dari urusan perkuliahan. Bolos kuliah, titip absen, belajar dengan sistem kebut semalam saat akan ujian, hingga skripsi yang keteteran umum terjadi di kalangan mereka. Namun, perkara yang satu ini tentu tak bisa digeneralisasi ‘kan?

Tidak semua anak BEM kuliahnya berantakan. Ada pula yang bisa berhasil dan lulus kuliah dengan prestasi yang baik. Dan jika pasanganmu masuk golongan mahasiswa yang sukses di bidang akademik dan organisasi, tentu ini jadi kelebihan tersendiri. Selain punya kemampuan multitasking, pastilah dia punya manajemen waktu yang baik. Ketika urusan kampus dan organisasi bisa ditangani sekaligus, dia pun pasti bisa diandalkan untuk urusan lainnya. Nggak salah ‘kan kalau dia termasuk golongan Pasangan idaman?




6. Berfikir Logis Dan Kritis Itu Gaya Khas Anak BEM
Ganteng Dikit Cekre dari mas Bayu ( Fb : Bayu Pratama)
Anak BEM sudah terdidik untuk berpikir kritis. Pada dasarnya, mereka adalah para pemikir yang tak suka berdiam diri melihat ketimpangan dan ketidakadilan yang terjadi di sekitarnya. Kebijakan kampus yang baru akan dianalisa dengan logikanya. Jika sekiranya tak sesuai, mereka pun akan merencakan aksi untuk menentang kebijakan tersebut. Apakah dengan cara turun ke jalan, menyampaikan protes lewat tulisan, atau diskusi – masing-masing akan dipikirkan masak-masak terlebih dahulu.

Kemampuan menganalisa dan merunut masalah dengan logika inilah yang pasti terbawa dalam kehidupan sehari-hari. Saat berselisih denganmu misalnya, dia pun bisa menyelesaikannya dengan kepala dingin atau lewat jalan bicara. Ngambek atau mengedepankan emosi semata tak akan ada di kamus mereka.


7.  Koneksi Yang Luas Memudahkan Anak BEM Untuk Cari Kerja

Kominfonya BEM nih (Fb : Rendi Rahman)
    “Kami punya koneksi yang luas, baik di dalam maupun di luar kampus. Ini bermanfaat banget buat kami, termasuk saat mencari pekerjaan.”

    – Zahra Zulfi, BEM FSSR UNS

Yup, jaringan koneksi yang luas jelas akan membawa banyak keuntungan. Sederhana saja, saat mencari pekerjaan misalnya. Bukan tak mungkin HRD yang dia temui saat sesi wawancara adalah seniornya di BEM. Kesempatan untuk memperoleh pekerjaan pun bisa jadi semakin terbuka.

Saat jadi pegawai di sebuah perusahaan baru, rekan-rekan kerja yang ditemui mungkin juga sesama anggota BEM ketika masih di kampus. Pernah senasib dan sama-sama jadi aktivis menjadikan mereka punya hubungan yang dekat. Proses adaptasi dengan pekerjaan baru pun akan terasa lebih mudah.


8. Kuliah di Jalanan Wisata Anak BEM

Orasinya Pak Wapres nih, *Serius Amat (Fb : BEM KBM UNIB)

Ketika matahari berada tepat di atas kepala, kamu bisa melihat dia yang sedang berorasi di boulevard kampus. Satu tangannya memegang alat pengeras suara dan yang satu lagi dikepalkan ke udara. Teriakan-teriakan:

    “Hidup mahasiswa Indonesia! Hidup Rakyat Indonesia!”

terdengar lantang terucap dari mulutnya. Bahkan bukan untuk dirinya sendiri, aksinya adalah untuk memperjuangkan hak dan keadilan bagi orang banyak. Dalam aksi tak jarang juga ia harus berhadapan langsung dengan polisi yang sudah lebih dulu memasang barikade. Walaupun ditekan mundur mereka tak bergeming — tetap ngotot meneriakkan yel-yel demi menyampaikan aspirasi.

Apa yang dilakukan jadi bukti bahwa dia punya karakter yang gigih dan pantang menyerah. Cuaca panas atau rasa malas pun tak menghalangi aksinya. Saat kelak sudah menikah dan ditimpa masalah, bisa diprediksi bahwa dia bukan karakter yang memilih lari. Segala masalah akan berusaha diatasi demi mempertahankan hubungannya denganmu. #eeeaaaaa.


Nah, gimana? Masih kah kamu ragu berdampingan dengan dia yang jadi aktivis BEM di kampus? Atau kamu sudah merasa beruntung karena bisa mendamping anak BEM yang memang berkualitas itu?

Sumber : http://www.hipwee.com/hubungan/13-alasan-kenapa-memacari-anak-bem-membuatmu-masuk-kategori-manusia-beruntung/
  • Blogger Comments
  • Facebook Comments
Item Reviewed: 8 Alasan Kenapa Anak BEM Mesti Jadi Pasangan Hidup Kamu "Just For Fun" Rating: 5 Reviewed By: Unib Kita